Distribusi

Jadwal Perawatan Kolam Tando Harian ( KTH ) PLTA Lamajang

Sahabat Tirtawening! 🔔

Demi pelayanan dan distribusi kualitas air yang maksimal, berikut kami Informasikan Jadwal Perawatan Kolam Tando Harian ( KTH ) PLTA Lamajang yang akan dimulai pada Selasa 10 Desember 2024 s/d Rabu 11 Desember 2024 pukul 05.00 s/d 16.00 WIB.

Selama proses perawatan rutin ini akan melibatkan distribusi air Wilayah Pelayanan II, III, IV, V dan VI.
Adapun antisipasi selama kegiatan tersebut mengoptimalisasikan debit langsung dari Sungai Cisangkuy.

Bagi Sahabat Tirtawening yang terdampak, mari lebih bijak menggunakan air dengan menyimpan / menampung pasokan air seperlunya.

Mohon maaf atas ketidaknyamannya.

#perumdatirtawening
#infopelanggan
#pengurasanTandoCikalong

Agar Tekanan Air PDAM Merata

Untuk memastikan distribusi air PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) memiliki tekanan yang merata, ada beberapa faktor dan langkah teknis yang perlu diperhatikan:

  1. Perencanaan Jaringan Distribusi yang Tepat
    Sistem distribusi PDAM harus dirancang dengan mempertimbangkan topografi (keadaan medan), jarak, dan kebutuhan tiap daerah. Sistem pipa biasanya dibangun dengan ukuran yang berbeda-beda, dengan pipa yang lebih besar digunakan untuk wilayah dengan kebutuhan air yang tinggi atau daerah yang lebih rendah.
  2. Penggunaan Pompa dan Reservoir
    Pompa digunakan untuk memastikan air dapat mengalir ke seluruh jaringan distribusi dengan tekanan yang sesuai. Di beberapa titik, pompa booster juga dipasang untuk meningkatkan tekanan di wilayah yang lebih tinggi atau yang jauh dari sumber utama. Selain itu, reservoir atau tangki penyimpanan digunakan untuk menyimpan air dan memastikan pasokan air tetap tersedia saat permintaan meningkat.
  3. Pengaturan Tekanan dalam Jaringan
    PDAM biasanya mengatur tekanan air dengan menggunakan pressure-reducing valves (PRV) atau valve pengatur tekanan di beberapa titik untuk menstabilkan tekanan di seluruh jaringan. Di area yang lebih rendah, tekanan dapat lebih tinggi, sedangkan di area yang lebih tinggi atau jauh dari sumber, tekanan harus dijaga agar tetap memadai.
  4. Pemeliharaan dan Perbaikan Berkala
    Rutin memeriksa dan merawat jaringan distribusi juga sangat penting. Kebocoran, penumpukan endapan, atau kerusakan pipa dapat mengganggu distribusi dan menyebabkan tekanan tidak merata. Oleh karena itu, pemeliharaan yang baik dapat menghindari masalah seperti penurunan tekanan yang signifikan.
  5. Pengelolaan Permintaan dan Konsumsi Air
    PDAM perlu memantau konsumsi air di berbagai wilayah untuk menyesuaikan pasokan dan menjaga tekanan tetap stabil. Pada jam-jam sibuk, permintaan air biasanya meningkat, sehingga penting untuk memiliki sistem yang dapat menyeimbangkan pasokan sesuai dengan kebutuhan.
  6. Zona Tekanan (Pressure Zones)
    Untuk daerah dengan perbedaan ketinggian yang signifikan, PDAM sering membagi area distribusi menjadi beberapa zona tekanan. Setiap zona ini memiliki tekanan yang dikendalikan oleh sistem pompa dan valve. Hal ini memastikan distribusi air yang efisien dan tekanan yang merata.

Dengan langkah-langkah ini, PDAM dapat menjaga agar tekanan air tetap merata di berbagai wilayah, baik di area dataran tinggi maupun rendah, serta selama waktu penggunaan yang sibuk.

PDAM Tirtawening Minta Warga di Bandung Timur dan Selatan Berhemat

Pasokan air ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtawening yang semula 1.500 liter per detik kini tinggal 500 liter per detik. Menurut Direktur Utama Perumda Tirtawening Bandung, Sonny Salimi berkurangnya pasokan air disebabkan air baku dari Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca di Pangalengan, Kabupaten Bandung, surut akibat kemarau dan dampak El Nino.

Sonny Salimi minta kepada warga khususnya pelanggan air bersih untuk maklum jika pasokan air terganggu dalam sebulan terakhir ini. “Berkurangnya pasokan air dari dua situ di Pangalengan, Kabupaten Bandung sudah pasti aliran air ke 171 ribu pelanggan terganggu apalagi pelanggan bagian timur dan selatan sangat terganggu,” ujar Sonny Salimi saat meninjau Situ Cipanunjang, Jumat sore (25/8/2023).

Sonny Salimi berharap hujan segera datang karena jika tak hujan setiap hari, volume air Situ Cipanunjang menurun 37 cm per hari sedangkan air di Situ Cileunca turun 2,5 cm. “Kami berusaha untuk menambah produksi air dari Sungai Cikapundung tapi sangat terbatas karena kemarau, sebulan terakhir ini pasokan air tinggal 30 persen,,” ujarnya.

Sonny minta kepada warga agar hemat air dan bijak menggunakan hanya untuk yang urgen saja minum dan masak. Sonny mengatakan dalam sebulan terakhir banyak komplen air tidak ngalir khususnya daerah Antapani, Arcamanik, Buah Batu, Riung Bandung, dan wilayah selatan serta timur. Untuk melayani pelanggan kami siapkan air tangki namun harus berkelompok minimal 10 sampai 20 pelanggan. “Kami siapkan 24 unit tangki untuk pelanggan yang airnya tidak mengalir,” ujarnya.

Menurut Sonny bagian timur dan selatan tak bisa mendapat air lewati pipa karena produksi air kini hanya 500 liter per detik  sedangkan saat normal 1.500 per detik  berarti kehilangan 1.000 liter per detik artinya 100 ribu pelanggan  terganggu. Sonny Salimi mengaku sedih, kecewa dan menyesal berkurangnya pasokan air sampai 70 persen . “Kondisi ini harus diketahui warga dan memahami sehingga warga bisa bijak menggunakan air,”  ujarnya

 

 

 

Cara Menghemat Air

Apa yang harus dilakukan Pelanggan jika terjadi Kenaikan Tarif PDAM

Dengan alasan untuk kesinambungan layanan PDAM mau tidak mau harus menaikan tarifnya, karena jika tidak maka pasokan ke masyarakat akan terhenti.   Namun jika  terjadi kenaikan tarif air PDAM, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pelanggan, antara lain:

  1. Mengetahui dan memahami penyebab kenaikan tarif air: Pelanggan harus memahami alasan kenaikan tarif air yang diberlakukan oleh PDAM, seperti kenaikan biaya produksi air, peningkatan biaya operasional, atau investasi pembangunan infrastruktur air yang baru.
  2. Membuat perencanaan penggunaan air: Pelanggan harus membuat perencanaan penggunaan air yang lebih efisien dan bijak, dengan membatasi pemakaian air yang tidak diperlukan dan memastikan tidak terjadi pemborosan air.
  3. Memperbaiki kerusakan pada instalasi air: Pelanggan harus memperbaiki kerusakan pada instalasi air di rumah atau gedung, seperti pipa bocor, keran air yang tidak tertutup rapat, atau toilet yang bocor.
  4. Menggunakan peralatan penghemat air: Pelanggan dapat menggunakan peralatan penghemat air, seperti showerhead dengan teknologi low flow, atau toilet dengan sistem flush yang hemat air.
  5. Mengikuti program penghematan air yang disediakan oleh PDAM: Pelanggan dapat mengikuti program penghematan air yang disediakan oleh PDAM, seperti program penggantian keran air yang sudah tua dengan keran air yang lebih hemat air.
  6. Membayar tagihan air tepat waktu: Pelanggan harus membayar tagihan air tepat waktu, sehingga PDAM dapat melakukan investasi pembangunan infrastruktur air yang baru dan memperbaiki instalasi air yang sudah ada dengan lebih baik.
  7. Memberikan masukan dan saran kepada PDAM: Pelanggan dapat memberikan masukan dan saran kepada PDAM untuk meningkatkan kualitas layanan air yang diberikan. Hal ini dapat membantu PDAM untuk melakukan perbaikan dan pengembangan sistem pengolahan air yang lebih baik di masa depan.
  8. Mengajukan permohonan subsidi: Pelanggan yang kurang mampu secara finansial dapat mengajukan permohonan subsidi atau bantuan ke PDAM atau pemerintah setempat agar tetap bisa memperoleh pasokan air bersih yang cukup.
  9. Menyelesaikan sengketa tagihan: Jika pelanggan merasa ada kesalahan dalam tagihan air yang diterima, pelanggan dapat meminta penjelasan atau menyelesaikan sengketa tagihan dengan PDAM setempat.
  10. Membandingkan harga dengan penyedia air alternatif: Pelanggan dapat membandingkan harga air PDAM dengan penyedia air alternatif yang ada di wilayah setempat, seperti air isi ulang atau jasa penyedia air tanki.
  11. Menggunakan sumber air alternatif: Pelanggan dapat menggunakan sumber air alternatif yang ada di lingkungan sekitar, seperti air hujan atau air limbah rumah tangga yang sudah diolah ulang.
  12. Menjaga instalasi air agar tetap terawat: Pelanggan harus menjaga instalasi air agar tetap terawat dan terjaga kualitasnya, seperti melakukan perawatan terhadap pompa air, membersihkan saluran air, atau menjaga kebersihan tangki air.
  13. Mengikuti program pengolahan air bersih: Pelanggan dapat mengikuti program pengolahan air bersih yang disediakan oleh PDAM atau lembaga lain, seperti program pengolahan air sungai atau program pengolahan air limbah domestik. Hal ini dapat membantu mengurangi beban pengambilan air baku dan membantu menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

 

Berikut salah satu contoh penghematan air yang dilakukan oleh pelanggan.

Penghematan air merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk mengurangi penggunaan air yang berlebihan dan tidak perlu, sehingga dapat membantu menghemat biaya dan menjaga ketersediaan air bersih yang semakin terbatas. Berikut adalah beberapa cara penghematan air yang dapat dilakukan:

  1. Menggunakan showerhead atau keran air dengan teknologi low flow: Showerhead atau keran air dengan teknologi low flow memiliki sistem pengatur aliran air yang dapat mengurangi volume air yang digunakan, namun tetap memberikan tekanan air yang cukup.
  2. Memperbaiki kerusakan pada instalasi air: Memperbaiki kerusakan pada instalasi air, seperti pipa bocor, keran air yang tidak tertutup rapat, atau toilet yang bocor dapat membantu menghemat penggunaan air yang berlebihan.
  3. Mematikan keran air saat tidak digunakan: Selalu mematikan keran air saat tidak digunakan, seperti saat menyikat gigi atau mencuci tangan, dapat membantu mengurangi pemborosan air.
  4. Menggunakan toilet dengan sistem flush yang hemat air: Menggunakan toilet dengan sistem flush yang hemat air, seperti dual flush atau low flow toilet, dapat menghemat penggunaan air hingga 50% dibandingkan toilet konvensional.
  5. Menjaga kebersihan tangki air: Menjaga kebersihan tangki air dapat membantu mencegah terjadinya kerusakan pada instalasi air dan menjaga kualitas air yang disalurkan.
  6. Menanam tanaman yang membutuhkan sedikit air: Menanam tanaman yang membutuhkan sedikit air, seperti kaktus atau succulent, dapat membantu mengurangi penggunaan air untuk menyiram tanaman.
  7. Menggunakan peralatan cuci dengan kapasitas besar: Menggunakan mesin cuci atau pengering dengan kapasitas besar dapat membantu menghemat penggunaan air dan listrik karena tidak perlu sering-sering mencuci.
  8. Mengumpulkan air hujan: Mengumpulkan air hujan dengan menempatkan bak penampungan air di atap rumah atau bangunan dapat membantu mengurangi penggunaan air PDAM.
  9. Menggunakan sistem irigasi tetes: Menggunakan sistem irigasi tetes dapat membantu menghemat penggunaan air dalam penyiraman tanaman, karena air disalurkan secara perlahan-lahan dan tidak terbuang sia-sia.
  10. Memilih produk dengan label Energy Star: Memilih produk-produk seperti mesin cuci atau pengering dengan label Energy Star dapat membantu menghemat penggunaan air dan energi karena produk tersebut telah memenuhi standar efisiensi yang ditetapkan.
Infrastruktur PDAM

Infrastruktur PDAM dengan Investasi Tinggi

Infrastruktur yang digunakan untuk mengolah air dari air baku menjadi air minum atau air bersih serta menyalurkannya kepada pelanggan merupakan komponen biaya yang tinggi, sehingga banyak PDAM tidak dapat membangunnya sendiri dengan mengandalkan keuangan sendiri, karena memang keuangan PDAM secara umum hanya cukup untuk operasional saja, sementara untuk investasi masih banyak PDAM yang kesulitan, akhirnya mengandalkan bantuan Pemerintah Pusat atau penyertaan modal dari pemerintah daerah.

Langkah lain untuk dapat berinvestasi, mau tidak mau PDAM haru menyesuaikan tarifnya agar dapat menutupi biaya operasional dan pemeliharaan serta dapat berinvestasi kembali untuk infrastruktur yang sudah usang dan rusak.

 

Berikut infrastruktur PDAM yang berbiaya tinggi, antara lain :

  1. Intake Atau Pengambilan Air Baku: fasilitas ini berfungsi untuk mengambil air dari sumber air baku seperti sungai, danau, atau waduk. Di intake pengambilan air baku, beberapa peralatan yang harus disiapkan antara lain:
  2. Grate bar atau grid: digunakan untuk menyaring benda-benda yang tidak diinginkan seperti daun, ranting, sampah, atau batu-batu kecil agar tidak masuk ke dalam pompa atau instalasi pengolahan air.
  3. Screen atau ayakan: digunakan untuk menyaring benda-benda kecil seperti pasir, kerikil, atau material lainnya yang terbawa oleh aliran air.
  4. Pompa: digunakan untuk memindahkan air dari sumber ke instalasi pengolahan air.
  5. Katup atau valve: digunakan untuk mengatur dan mengontrol aliran air.
  6. Pipa atau saluran air: digunakan untuk menghubungkan antara intake pengambilan air baku dengan instalasi pengolahan air.
  7. Tangki atau kolam penampung: digunakan untuk menampung air baku yang diambil dari sumber air sehingga dapat diolah dan didistribusikan ke konsumen.
  8. Alat ukur atau sensor: digunakan untuk mengukur kualitas dan kuantitas air baku, seperti pH meter, turbidimeter, dan flow meter.
  9. Sistem penggerak: digunakan untuk menggerakkan pompa, seperti motor listrik atau mesin diesel.

Air baku PDAM bisa didapat dari air pemukaan seperti sungai, danau dan air laut, bisa juga dari mata air dan juga air tanah dalam.  Di beberapa PDAM hanya mempunyai sumber air dari air permukaan saja, seperti di PDAM Bandarmasih, namun ada juga yang sumber airnya lengkap seperti di PDAM Kota Bandung. https://perumdatirtawening.co.id/cindex/layanan/AIR-MINUM

 

  1. Instalasi Pengolahan Air: instalasi pengolahan air bersih berguna untuk memurnikan air baku dari zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan manusia seperti bakteri, virus, atau bahan kimia. Instalasi pengolahan air minum memerlukan investasi yang tinggi karena proses pengolahan air minum melibatkan banyak teknologi dan peralatan khusus yang membutuhkan biaya tinggi. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang juga mempengaruhi biaya investasi instalasi pengolahan air minum, antara lain:
  2. Bahan Baku: Bahan baku air bersih yang digunakan dalam proses pengolahan air minum harus memenuhi standar tertentu dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya atau zat lain yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada konsumen. Oleh karena itu, biaya untuk memperoleh bahan baku air yang aman dan bersih dapat meningkatkan biaya investasi instalasi pengolahan air minum.
  3. Teknologi: Instalasi pengolahan air minum memerlukan teknologi yang canggih dan peralatan khusus untuk memastikan kualitas air minum yang dihasilkan memenuhi standar yang ditetapkan oleh badan kesehatan dan lingkungan. Teknologi ini dapat meliputi pemrosesan kimia, pemrosesan fisik, filtrasi, dan banyak lagi. Biaya untuk membeli, memasang, dan memelihara teknologi ini juga dapat mempengaruhi biaya investasi.
  4. Tenaga Kerja: Pengoperasian dan pemeliharaan instalasi pengolahan air minum memerlukan tenaga kerja yang terlatih dan terampil. Biaya untuk merekrut, melatih, dan mempekerjakan staf yang berkualitas dapat menjadi faktor yang signifikan dalam biaya investasi.
  5. Pengelolaan Limbah: Proses pengolahan air minum menghasilkan limbah yang harus dikelola dengan baik agar tidak membahayakan lingkungan. Biaya untuk memproses dan membuang limbah ini juga dapat meningkatkan biaya investasi.
  6. Sertifikasi dan Perizinan: Instalasi pengolahan air minum harus mematuhi standar dan persyaratan yang ditetapkan oleh badan kesehatan dan lingkungan
  7. Sistem Perpipaan: perpipaan adalah infrastruktur yang penting dalam mendistribusikan air bersih dari instalasi pengolahan ke rumah-rumah atau gedung-gedung. Pipa-pipa ini terdiri dari berbagai ukuran dan jenis tergantung pada jarak dan kebutuhan pasokan air. Perpipaan merupakan salah satu infrastruktur penting dalam sistem distribusi air bersih dari PDAM ke pelanggan. Biaya pembangunan dan pemeliharaan jaringan perpipaan juga dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kenaikan tarif PDAM.Biaya pembangunan jaringan perpipaan dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor seperti lokasi, jarak, jenis dan diameter pipa yang digunakan, serta teknologi dan material yang dipakai. Biaya tersebut mencakup biaya pembelian pipa dan aksesorisnya, biaya tenaga kerja, biaya bahan bakar dan biaya administrasi. Sementara itu, biaya pemeliharaan jaringan perpipaan meliputi biaya perawatan dan reparasi jaringan pipa yang rusak, serta biaya penggantian pipa yang sudah tidak layak pakai. Biaya pemeliharaan jaringan perpipaan dapat bervariasi tergantung pada ukuran jaringan perpipaan, jenis material pipa, serta usia dan kondisi pipa. Oleh karena itu, perpipaan yang baik dan efisien dapat membantu menurunkan biaya operasional dan pemeliharaan jaringan perpipaan, sehingga dapat membantu menekan kenaikan tarif PDAM. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan material pipa yang berkualitas tinggi, merencanakan jaringan pipa yang efisien, dan melakukan pemeliharaan secara rutin untuk menghindari kerusakan dan kebocoran yang dapat menyebabkan pemborosan air dan biaya yang tidak perlu.
  8. Storage Atau Tangki Penampung: tangki penampung merupakan infrastruktur yang berfungsi untuk menyimpan air bersih, sehingga ketersediaan air dapat diatur secara lebih efisien dan untuk memastikan pasokan air yang terus-menerus pada saat terjadi masalah pada instalasi lainnya.
  9. Pompa-pompa: pompa-pompa berfungsi untuk mengalirkan air dari instalasi pengolahan ke dalam jaringan perpipaan, dan juga mengatur tekanan air agar pasokan air tetap stabil. enis pompa yang biasa digunakan di PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) dan memiliki biaya yang tinggi adalah pompa sentrifugal multistage. Pompa sentrifugal multistage merupakan jenis pompa sentrifugal yang memiliki beberapa tahap impeller (roda) yang terhubung secara seri, sehingga mampu memberikan tekanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pompa sentrifugal biasa. Pompa ini biasanya digunakan untuk memompa air dari sumber air bawah tanah atau sungai yang memiliki kedalaman dan jarak yang cukup jauh dari tempat distribusi air.Karena kemampuannya yang tinggi dalam memompa air dengan tekanan yang besar, maka pompa sentrifugal multistage sering digunakan di PDAM untuk memompa air dari sumber air ke tempat-tempat penampungan dan distribusi air yang jauh. Namun, pompa jenis ini memiliki biaya yang cukup tinggi, baik dari segi pembelian maupun biaya operasionalnya.

Selain pompa sentrifugal multistage, ada beberapa jenis pompa yang biasanya digunakan di PDAM, antara lain:

  1. Pompa submersible: Pompa submersible digunakan untuk memompa air dari sumber air bawah tanah atau sumur dalam. Pompa ini ditempatkan di dalam air sehingga dapat menghemat ruang dan tidak memerlukan pengisian air manual seperti halnya pada pompa permukaan. Pompa submersible biasanya memiliki daya dan kapasitas yang beragam dan dapat digunakan untuk keperluan domestik maupun industri.
  2. Pompa jet: Pompa jet atau jet pump digunakan untuk memompa air dari sumber air dangkal seperti sumur dangkal atau sumur gali. Pompa ini dapat menghasilkan tekanan yang cukup tinggi dan dapat menghisap air dari kedalaman yang terbatas.
  3. Pompa booster: Pompa booster digunakan untuk meningkatkan tekanan air pada jaringan distribusi air yang sudah ada. Pompa ini biasanya ditempatkan pada titik-titik tertentu pada jaringan distribusi air yang membutuhkan peningkatan tekanan.
  4. Pompa dosis: Pompa dosis atau dosing pump digunakan untuk memasukkan bahan kimia ke dalam air yang akan didistribusikan, seperti chlorine atau fluoride. Pompa dosis memungkinkan penggunaan bahan kimia secara akurat dan terkontrol.
  5. Sistem Pengukuran: infrastruktur ini digunakan untuk mengukur penggunaan air oleh konsumen, sehingga PDAM dapat menghasilkan tagihan yang akurat dan memungkinkan pelanggan untuk mengelola penggunaan air mereka.
  6. Sistem Manajemen Informasi: sistem ini digunakan untuk mengelola data pelanggan dan menghasilkan tagihan, dan untuk memantau kinerja sistem PDAM.
Scroll to Top