2023

Penanganan Sampah di Perumda Tirtawening

Hallo Sahabat Tirtawening!!

Perumda Tirtawening sudah sejak lama melakukannya, dengan mengelola sampah secara mandiri dimana sampah Organik akan di olah menjadi kompos, sampah anorganik atau barang yg masih bisa digunakan di timbang dan dikumpulkan di Bank Sampah untuk di manfaatkan lebih lanjut, dan sampah jenis residu akan di kirim ke TPS yang terkait. Kalian juga bisa coba sendiri dirumah kaan, yuk.. mulai sekarang biasakan olah sampah secara mandiri!

#perumdatirtawening
#infopelanggan

Mari Bayar Air Tepat Waktu

Simak info berikut ini yuk, untuk dapat lebih mudah dan tepat dalam pembayaran langganan Air!

Wah, ternyata cara pembayaran langgan air di Perumda Tirtawening mudah banget loh.. pelanggan tercinta dapat melalukan pembayaran melalui loket, terdapat Loket Jl Badaksinga No. 10 dan beberapa loket kas cabang lainnya. Kemudian, bisa juga menggunakan dompet digital! Udah ga perlu takut lagi kalau ternyata tidak sempat datang ke loket!

Pelanggan tercinta juga bisa melakukan pembayaran melalui ATM! Caranya juga mudah banget, tinggal masukin kode Kota Bandung dan Nomor langganan di ATM manapun yang bekerjasama dengan Perumda Tirtawening pasti bisa digunakan untuk transaksi! Dan yang terakhir, melalui Mobile Banking, cara ini juga ga kalah mudah loh! Pelanggan tercinta dapat melakukan pembayaran dimanapun dan kapanpun!

Pelanggan hanya perlu mengingat nomor langganan untuk melakukan pembayaran lalu pilih metode pembayaran, tidak perlu khawatir jika tidak bisa ke loket,……. semua jenis pembayaran sudah tersedia! 😊

Silahkan lakukan tata cara yang paling pelanggan tecinta sukai untuk menyelesaikan pembayaran langganan air Perumda Tirtawening Kota Bandung😉

#perumdatirtawening

Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Perumda Tirtawening

Hallo Sahabat Tirtawening.

Unit Bisnis AMDK ( Air Minum Dalam Kemasan ) yang dimiliki Perumda Tirtawening Kota Bandung lagi ngadain PROMO dan juga gratis ONGKIR se Kota Bandung loh, berlaku untuk setiap minimum pembelian 10 galon Hanaang atau Watermed dan minimum 10 dus hanaang dan watermed cup juga botol.

Kelebihan produk AMDK Perumda Tirtawening ini ialah diolah secara higienis yang bersumber langsung dari Mata Air Ciwangun Lembang, untuk memenuhi kebutuhan mineral harian para wargi Bandung. Kebayang dong segar airnya kaya gimana.

Yuu aah wargi Bandung di Order dan langsung rasain “Kesegaran Nyatanya!

Untuk pemesanan bisa menghubungi nomor : 0821-19000-931

#perumdatirtawening
#amdkperumdatirtawening
#hjkb213

PDAM Tirtawening Minta Warga di Bandung Timur dan Selatan Berhemat

Pasokan air ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirtawening yang semula 1.500 liter per detik kini tinggal 500 liter per detik. Menurut Direktur Utama Perumda Tirtawening Bandung, Sonny Salimi berkurangnya pasokan air disebabkan air baku dari Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca di Pangalengan, Kabupaten Bandung, surut akibat kemarau dan dampak El Nino.

Sonny Salimi minta kepada warga khususnya pelanggan air bersih untuk maklum jika pasokan air terganggu dalam sebulan terakhir ini. “Berkurangnya pasokan air dari dua situ di Pangalengan, Kabupaten Bandung sudah pasti aliran air ke 171 ribu pelanggan terganggu apalagi pelanggan bagian timur dan selatan sangat terganggu,” ujar Sonny Salimi saat meninjau Situ Cipanunjang, Jumat sore (25/8/2023).

Sonny Salimi berharap hujan segera datang karena jika tak hujan setiap hari, volume air Situ Cipanunjang menurun 37 cm per hari sedangkan air di Situ Cileunca turun 2,5 cm. “Kami berusaha untuk menambah produksi air dari Sungai Cikapundung tapi sangat terbatas karena kemarau, sebulan terakhir ini pasokan air tinggal 30 persen,,” ujarnya.

Sonny minta kepada warga agar hemat air dan bijak menggunakan hanya untuk yang urgen saja minum dan masak. Sonny mengatakan dalam sebulan terakhir banyak komplen air tidak ngalir khususnya daerah Antapani, Arcamanik, Buah Batu, Riung Bandung, dan wilayah selatan serta timur. Untuk melayani pelanggan kami siapkan air tangki namun harus berkelompok minimal 10 sampai 20 pelanggan. “Kami siapkan 24 unit tangki untuk pelanggan yang airnya tidak mengalir,” ujarnya.

Menurut Sonny bagian timur dan selatan tak bisa mendapat air lewati pipa karena produksi air kini hanya 500 liter per detik  sedangkan saat normal 1.500 per detik  berarti kehilangan 1.000 liter per detik artinya 100 ribu pelanggan  terganggu. Sonny Salimi mengaku sedih, kecewa dan menyesal berkurangnya pasokan air sampai 70 persen . “Kondisi ini harus diketahui warga dan memahami sehingga warga bisa bijak menggunakan air,”  ujarnya

 

 

 

SPAM Gedebage sudah dibuka Pendaftaran

SPAM GEDEBAGE 4 in 1 : Pendaftaran Pelanggan Sudah dibuka

Hallo Sahabat Tirtawening!

Sudah tahu belum?? Pembangunan IPA Cikalong sudah selesai loh! Pembangunan IPA Cikalong ini disediakan untuk melayani kebutuhan air masyarakat wilayah Gedebage kurang lebih
50.000 Sambungan Langganan, berkapasitas 700 It/detik dengan layanan air minum 24 jam, cakupan area pelayanan SPAM Gedebage meliputi wilayah administrasi dengan perbatasan bagian Utara di JI. Soekarno Hatta, bagian Barat di JI. Terusan Buahbatu, bagian Timur di JI. Rancanumpang dan bagian Selatan Tol Cileunyi-Padalarang.

Banyak sekali keistimewaan yang akan pelanggan tercinta dapatkan dari SPAM GEDEBAGE, mendapatkan pengaliran Air Minum yang cerdas 24 jam, gratis sedot tangki tinja satu kali dalam dua tahun, mendapatkan pelayanan tangki air minum, dan mendapatkan pelayanan air minum dalam kemasan! Menarik banget kaan? Biaya pemasangan baru mulai dari 3 juta – 4,5 juta untuk golongan tarif rumah tangga

Tunggu apa lagi? Bagi para wargi Gedebage, yuk daftrkan diri segera!

Tong hilapnya !!
Hubungi kantor pelayanan wilayah 4

WA : 0811-2020-9000 atau 0811-2021-6000
Alamat : Jl Atlas Raya No.6 Babakan Surabaya

Bayarlah Tagihan Air TEPAT WAKTU !!

Air adalah salah satu sumber daya yang paling penting dalam kehidupan kita, dan keterlambatan pembayaran tagihan air dapat berdampak serius pada kita semua.

Kenapa Harus Tepat Waktu:

  1. Menjaga Pasokan Air yang Andal: Dengan membayar tagihan air tepat waktu, Kita membantu memastikan kelangsungan pasokan air yang andal. Dana dari pembayaran tagihan digunakan untuk memelihara infrastruktur air, memperbaiki jaringan pipa, dan menjaga sistem air tetap beroperasi dengan baik.
  2. Kualitas Air yang Baik: Pembayaran tepat waktu juga memungkinkan kami untuk terus menyediakan air bersih dan berkualitas. Pemurnian dan pengolahan air memerlukan sumber daya yang cukup, dan pembayaran yang terlambat dapat mengganggu proses ini.
  3. Mendukung Pembangunan Infrastruktur: Dengan membayar tepat waktu, kita ikut mendukung investasi dalam pengembangan dan perbaikan infrastruktur air yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masa depan.

Dampak Jika Pembayaran Terlambat:

  1. Gangguan Pasokan Air: Keterlambatan pembayaran tagihan air dapat mengakibatkan gangguan pasokan air, terutama jika sistem  menghadapi kendala keuangan. Ini akan mengganggu kegiatan sehari-hari Kita, termasuk kebutuhan dasar seperti air minum dan sanitasi.
  2. Ketidaknyamanan: Pembayaran terlambat juga berarti kita mungkin akan menghadapi prosedur pemutusan layanan air sementara atau pembayaran denda. Ini akan menimbulkan ketidaknyamanan dan biaya tambahan yang tidak perlu.
  3. Kualitas Layanan yang Buruk: Jika  mengalami kesulitan keuangan akibat pembayaran terlambat secara massal, kualitas layanan   bisa terpengaruh. Perbaikan dan pemeliharaan mungkin tertunda, menyebabkan penurunan kualitas air dan efisiensi sistem.

Apa yang Dapat Kita Lakukan:

Dukungan kita dalam menjaga pasokan air yang handal dan air berkualitas untuk maka sebaiknya :

  1. Bayar Tagihan Tepat Waktu: Pastikan untuk membayar tagihan air tepat waktu sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang tercantum pada tagihan.
  2. Kontak PDAM/Perumda Jika Ada Kendala: Jika Kita mengalami kesulitan dalam membayar tagihan, jangan ragu untuk menghubungi  untuk mendapatkan solusi yang sesuai.
  3. Bagikan Kesadaran: Ajak teman, keluarga, dan tetangga kita untuk juga membayar tagihan air tepat waktu demi kesejahteraan bersama.

Antisipasi Perusahaan Air Minum Menyikapi Kekeringan

Kemarau panjang dapat memiliki dampak serius terhadap ketersediaan sumber air, baik untuk konsumsi manusia, pertanian, industri, maupun lingkungan. Beberapa dampak yang biasanya terjadi akibat kemarau panjang antara lain adalah Penurunan Debit Sungai dan Aliran Air, kemarau panjang menyebabkan penurunan curah hujan yang signifikan, yang pada gilirannya mengurangi aliran sungai dan sumber air permukaan lainnya. Hal ini mengakibatkan penurunan debit air, membuat sumber air menjadi lebih dangkal dan sulit diakses,

Kemarau panjang akan mengakibatkan terjadinya penurunan Level Air Tanah, kurangnya hujan selama kemarau juga berdampak pada tingkat air tanah. Akibatnya, akses air bawah tanah melalui sumur-sumur dapat terganggu, dan sumur-sumur dapat mengering, begitu juga dengan terjadinya kekeringan sumber air permukaan seperti danau, waduk, dan embung mungkin mengalami penurunan volume air yang signifikan, bahkan mengering selama kemarau panjang. Hal ini memengaruhi pasokan air untuk konsumsi air bersih masyarakat, irigasi pertanian, dan industri.

Kemarau panjang menjadikan krisis air bersih pasokan air minum terbatas, dan masyarakat harus bergantung pada pengiriman air dengan truk tangki atau sumber air alternatif yang mungkin tidak selalu aman.

Apabila kondisi ini berlangsung lama, dan semakin hari semakin sulit akses terhadap air bersih/minum, hal ini akan berdampak pada kesehatan masyarakat dan meningkatkan risiko penyakit air terkait.

Hal yang Perlu Dilakukan oleh Perusahaan Air dan Pemerintah serta Masyarakat.

Kondisi kekeringan ini menjadi masalah kita bersama, bukan hanya PDAM/Perumda, tapi juga Pemerintah dan Masyarakat, oleh karena itu dengan perannya masing-masing perlu melakukan antisipasi sebagai berikut :

  1. Diversifikasi Sumber Air: Salah satu langkah kunci adalah mengurangi ketergantungan pada sumber air tunggal. Perusahaan air minum harus mencari sumber air alternatif, seperti sumber air bawah tanah, sumber air permukaan yang berbeda, atau teknologi pemurnian air yang lebih canggih.
  2. Pengelolaan Sumber Daya Air yang Efisien: Menerapkan teknologi canggih untuk memantau, mengukur, dan mengelola pasokan air dengan lebih efisien. Hal ini mencakup penggunaan sensor cerdas, sistem informasi geografis (SIG), dan pemantauan real-time untuk mengoptimalkan pengiriman air.
  3. Konservasi Air: Melakukan kampanye penyuluhan kepada pelanggan untuk mengedukasi mereka tentang cara menggunakan air dengan bijak. Ini bisa mencakup program penghematan air, perbaikan keran bocor, penggunaan peralatan hemat air, dan program insentif untuk pelanggan yang menghemat air.
  4. Pengembangan Infrastruktur Berkelanjutan: Meningkatkan infrastruktur air dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Misalnya, memasang perpipaan yang lebih tahan lama, menggunakan teknologi pemurnian air yang lebih efisien energi, dan mempertimbangkan solusi energi terbarukan untuk operasional mereka.
  5. Rencana Darurat dan Cadangan Air: Membuat rencana darurat yang rinci untuk mengatasi kemarau panjang, termasuk penyediaan sumber air cadangan, pengiriman air dengan truk tangki, atau penyediaan air melalui stasiun pemompa darurat.
  6. Investasi dalam Teknologi Terbaru: Perusahaan air minum kelas dunia perlu berinvestasi dalam teknologi terbaru yang mendukung manajemen pasokan air yang cerdas. Ini termasuk kecerdasan buatan untuk meramalkan permintaan air, analisis data untuk mengidentifikasi kebocoran dalam sistem perpipaan, dan pemantauan yang canggih untuk memastikan keberlanjutan operasi.
  7. Kerja Sama dengan Pemerintah dan Lembaga Terkait: Berkerjasama dengan pemerintah setempat, lembaga lingkungan, dan organisasi internasional untuk mendapatkan dukungan finansial, teknis, dan kebijakan dalam mengatasi masalah kemarau panjang.
  8. Inovasi dalam Pengelolaan Air: Terus mencari inovasi dalam pengelolaan air, seperti penggunaan air daur ulang, desalinasi air laut, atau penggunaan air hujan.
  9. Kesadaran Masyarakat: Melibatkan masyarakat dalam upaya konservasi air melalui kampanye kesadaran, edukasi, dan keterlibatan dalam proyek-proyek komunitas yang berfokus pada air.
  10. Pengawasan Regulasi: Mematuhi dan memenuhi regulasi lingkungan dan air yang ketat yang diberlakukan oleh pemerintah untuk menjaga kualitas air dan lingkungan.

Digitalisasi SPAM

Aspek Penting Digitalisasi di Perusahaan

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) merupakan entitas penting dalam memastikan pasokan air bersih yang memadai bagi masyarakat di suatu daerah. Dalam era yang semakin digital ini, digitalisasi memainkan peran yang semakin krusial dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan dalam PDAM. Berikut adalah beberapa aspek penting mengenai peranan digitalisasi di perusahaan-perusahaan ini.

  1. Monitoring dan Manajemen Pasokan Air Digitalisasi memungkinkan PDAM untuk secara real-time memantau pasokan air dari berbagai sumber, reservoir, dan jaringan distribusi. Dengan menggunakan sensor-sensor canggih dan sistem pemantauan, perusahaan dapat mendeteksi kebocoran atau kerusakan dengan cepat, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan mengurangi pemborosan air.
  2. Pelanggan yang Lebih Terhubung Melalui aplikasi mobile dan portal online, pelanggan dapat dengan mudah mengakses informasi tentang tagihan, penggunaan air, dan pemberitahuan mengenai pemadaman air. Ini memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mengelola akun mereka, membayar tagihan, dan melaporkan masalah secara online, yang pada gilirannya meningkatkan kepuasan pelanggan.
  3. Analisis Data yang Lebih Baik Dengan mengumpulkan dan menganalisis data besar mengenai penggunaan air, PDAM dapat membuat keputusan yang lebih cerdas dalam merencanakan pengembangan infrastruktur dan layanan. Ini membantu menghindari pemborosan sumber daya dan mengoptimalkan investasi dalam perbaikan jaringan.
  4. Pengendalian Operasional yang Efisien Digitalisasi memungkinkan otomatisasi beberapa proses operasional, seperti pengiriman tagihan dan pemantauan inventaris. Hal ini mengurangi potensi kesalahan manusia dan biaya administratif, serta membebaskan sumber daya manusia untuk tugas-tugas yang lebih strategis.
  5. Keamanan dan Ketahanan Sistem Ketika menghadapi ancaman potensial seperti serangan siber, perusahaan harus menjaga keamanan data pelanggan dan sistem infrastruktur. Digitalisasi memungkinkan perusahaan untuk mengimplementasikan lapisan keamanan yang kuat dan mendeteksi ancaman dengan lebih cepat, menjaga keberlanjutan operasional.

Dalam rangka untuk terus menyediakan layanan air minum yang handal dan efisien bagi masyarakat, PDAM harus memahami dan mengadopsi teknologi digital dengan bijak. Dengan digitalisasi yang tepat, perusahaan-perusahaan ini dapat menjalani transformasi yang akan memberikan manfaat besar dalam hal efisiensi operasional, pengendalian biaya, dan kepuasan pelanggan.

Menurunnya Ketersediaan Sumber Air

Informasi terbaru terkait sumber air baku Perumda Tirtawening, saat ini masih terkena dampak dari masa kemarau panjang ini. Perumda Tirtawening yang semula mampu memproduksi 2.312 l/d, saat ini menjadi 1.765,25 l/d, dengan selisih penurunan 546,75 l/d.

Fenomena El Nino dan kemarau yang masih berlangsung saat ini masih berdampak bagi banyak sektor, salah satunya terhadap ketersediaan air. Namun, Pelanggan Perumda Tirtawening tidak perlu khawatir lagi, setiap pelanggan tercinta dapat menikmati distribusi Bagi-Bagi Air hanya dengan 2 cara mudah berikut :

📍Pertama, untuk pelanggan yang ingin melakukan pemesanan distribusi kolektif (syarat dan ketentuan berlaku) dapat menghubungi nomor berikut :

Pelayanan Wilayah 1
0821-2034-6750
Pelayanan Wilayah 2
0821-2034-6749
Pelayanan Wilayah 3
0821-2034-6748
Pelayanan Wilayah 4
0822-1997-6744
Pelayanan Wilayah 5
0821-2034-6745
Pelayanan Wilayah 6
0822-1997-6746

📍Kedua, jika pelanggan ingin melakukan pemesana secara Indvidual juga dapat menghubungi contact berikut :

No tlp : (022) 2507993
Whatsapp : 0877-7972-6506
Facebook : Pelayanan tangki
Instagram : @Pelayananairtangki

Terima Kasih 🙏🏻

#perumdatirtawening
#infopelanggan

Proyek Nasional SPAM, DPRD Kota Bandung Dukung Realisasi Kerjasama Perumda Tirtawening dan PJT II

Kerjasama antara Perumda Tirtawening Kota Bandung dengan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta II atau PJT II yang telah dilakukan penandatanganan MoU (kesepahaman) pada 3 tahun silam atau tepatnya Selasa 1 Desember 2020 kini tinggal memasuki proses Groundbreaking atau peletakan batu pertama.

Kerjasama melalui business to business atau B to B antara Perumda Tirtawening dengan PJT II keduanya tersebut secara finansial akan dibackup oleh Holding Danareksa. Seperti diketahui Danareksa sendiri menjadi holding spesialis transformasi pertama milik BUMN yang berstandar dan berskala internasional.

Kendati demikian, kerjasama tersebut tinggal menunggu persetujuan atau izin prinsif yang dikeluarkan oleh Walikota Bandung Yana Mulyana dalam hal ini selaku KPM atau pemegang kekuasaan tertinggi dalam Perumda sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Hal tersebut dipaparkan Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi saat Rapat Kerja bersama pimpinan serta anggota DPRD Kota Bandung sebelum melakukan kunjungan lapangan guna meninjau lokasi rencana Intake Air Baku yang tertuang dalam dokumen Pra FS kerjasama B to B antara Perumda Tirtawening Kota Bamdung dengan PJT II, di Kantor Perumda Tirtawening Jalan Badaksinga Bandung, Rabu 5 April 2023.

Dari pantauan redaksi, saat peninjauan lapangan tampak para pimpinan DPRD Kota Bandung diantaranya Ketua Tedy Rusmawan, serta para Wakil Ketua diantara Kurnia Solihat, Achmad Nugraha serta Edwin Senjaya. Disamping itu, hadir juga Ketua Komisi A Rizal Khairullah beserta anggota komisi A.

Masih menurut Dirut Perumda Tirtawening, Kota Bandung dalam urusan penyediaan air dari dulu memiliki persoalan. Dan persoalan krusial tersebut adalah ketersediaan air baku.

“Untuk itu diharapkan, kerjasama ini dapat mengatasi persoalan air di Kota Bandung, sebab selama ini penyediaan air baku Perumda masih defisit jika harus melayani warga Kota Bandung yang berjumlah 350.000 KK.

Diungkapkannya, kerjasama yang tengah berjalan ini yakni di bidang pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan dikarenakan menggunakan B to B diharapkannya akan lebih simpel.

“Walaupun pada perjalanan administrasinya, kerjasama ini harus mendapat persetujuan atau izin prinsip dari pemilik BUMD dalam hal ini KPM atau Walikota Bandung,” terangnya.

Dalam kerjasama tersebut, sambung Sonny, PJT II berkewajiban menghadirkan air ke Kota Bandung sebanyak 3500 liter per detik, selain juga berkewajiban membangun jaringan sistem distribusi air.

“Penyediaan air itu tentunya air minum yang kualitasnya sesuai dengan Permenkes Nomor 492 Tahun 2010.

Begitu pula jaringan sistem distribusi air untuk 350.000 warga atau di sekitar 14 kecamatan yang ada di Kota Bandung,” urainya.

Dijelaskannya, ke depan sumber air baku berasal dari Waduk Saguling yang akan didistribusikan dengan cara dipompa menggunakan pipa transmisi yang panjangnya sekitar 15 KM dengan pipa berdiameter 1,7 meter menuju instalasi yang berada di daerah Gunung Batu.

“Di Gunung Batu sendiri kita punya tanah sekitar 15.000 meter kubik dan nanti akan dibangun reservoart raksasa dengan kapasitas 30.000 kubik air. Lantas kenapa harus dipompa? Karena posisi Saguling dengan Gunung Batu memiliki ketinggian yang berbeda, dan Saguling posisinya berada lebih rendah. Maka itu butuh energi pompa untuk bisa sampai ke Gunung Batu,” tandasnya.

Sistem distribusi air untuk 350.000 ini dikarenakan sesuai dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) atau penduduk yang ada di kota Bandung, adapun bagi warga pelanggan yang sudah terpasang nantinya akan diganti dengan menggunakan pipa baru.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Kurnia Solihat menilai bahwa kerjasama tersebut merupakan mega proyek dengan nilai investasi yang cukup besar yakni sebesar 4 triliun rupiah. Dan pihaknya berharap rencana itu bisa segera terlaksana.

“Tentunya kami sangat mendukung dan mengharapkan itu bisa terwujud. Kenapa demikian, karena kita ketahui bahwa Kota Bandung ini kebutuhan air yang dibutuhkan masyarakat itu adalah sekitar 6000 liter per detik tetapi hari ini Kota Bandung baru bisa memenuhi dari mulai Badak Singa juga Cikalong hanya sekitar 3000 liter per detik, maka kita masih kekurangan 3000 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan air di Kota Bandung,” tuturnya disela peninjauan.

Menurutnya, kerjasama antara Perumda Tirtawening dengan PJT II merupakan mega proyek karena langsung oleh Kementerian PUPR dan BUMN serta menjadi program atau project nasional.

“Kita bangga dan semangat untuk mendorong sebab tidak mudah kita mendapatkan investasi sebesar itu. Ini adalah kesempatan yang tidak akan datang dua kali,” tegasnya.

Bahkan direncanakan, pihak legislatif melalui Komisi A ke depan akan segera mengagendakan mengundang pihak Perumda Tirtawening untuk memaparkan tentang bagaimana rencana kerjasamanya dengan PJT II, agar kerjasama tersebut dinilai bisa menguntungkan kedua belah pihak disamping akankah dari kerjasama tersebut berimbas pada kenaikan tarif di masyarakat.

“Setelah ke depan kita undang Perumda melalui Komisi A, tentu nanti hasilnya menjadi bagian kita untuk merekomendasikannya,” pungkas Kurnia. (San-lintasjabar.com)

 

Scroll to Top