Uncategorized

Pengalaman Korea dalam Menurunkan NRW

Video ini membahas tentang pengalaman Korea Selatan dalam mengelola air secara cerdas. Korea Selatan menghadapi tantangan dalam mengelola air karena populasi yang padat dan perubahan iklim. Untuk mengatasi tantangan ini, Korea Selatan telah menerapkan sistem manajemen air cerdas yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk mengoptimalkan penggunaan air dan mengurangi kehilangan air. Salah satu contoh penerapan sistem ini adalah proyek di Seosan City, yang berhasil mengurangi kehilangan air melalui deteksi kebocoran yang lebih cepat dan efisien. Video ini juga memberikan rekomendasi bagi negara-negara Amerika Latin untuk menerapkan sistem manajemen air cerdas yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara.

Menurunnya Ketersediaan Sumber Air

Informasi terbaru terkait sumber air baku Perumda Tirtawening, saat ini masih terkena dampak dari masa kemarau panjang ini. Perumda Tirtawening yang semula mampu memproduksi 2.312 l/d, saat ini menjadi 1.765,25 l/d, dengan selisih penurunan 546,75 l/d.

Fenomena El Nino dan kemarau yang masih berlangsung saat ini masih berdampak bagi banyak sektor, salah satunya terhadap ketersediaan air. Namun, Pelanggan Perumda Tirtawening tidak perlu khawatir lagi, setiap pelanggan tercinta dapat menikmati distribusi Bagi-Bagi Air hanya dengan 2 cara mudah berikut :

📍Pertama, untuk pelanggan yang ingin melakukan pemesanan distribusi kolektif (syarat dan ketentuan berlaku) dapat menghubungi nomor berikut :

Pelayanan Wilayah 1
0821-2034-6750
Pelayanan Wilayah 2
0821-2034-6749
Pelayanan Wilayah 3
0821-2034-6748
Pelayanan Wilayah 4
0822-1997-6744
Pelayanan Wilayah 5
0821-2034-6745
Pelayanan Wilayah 6
0822-1997-6746

📍Kedua, jika pelanggan ingin melakukan pemesana secara Indvidual juga dapat menghubungi contact berikut :

No tlp : (022) 2507993
Whatsapp : 0877-7972-6506
Facebook : Pelayanan tangki
Instagram : @Pelayananairtangki

Terima Kasih 🙏🏻

#perumdatirtawening
#infopelanggan

PDAM Jaya, Indonesia Jaya

Sebagai perusahaan publik dalam bidang air minum, PDAM harus selalu meningkatkan performanya agar dapat melayani dengan baik kepada pelanggannya.  Walaupun di tengah-tengah tantangan yang tidak kecil, yakni berupa Sumber air yang terbatas, kebutuhan masyarakat yang tinggi, kebocoran yang masih cukup tinggi, infrastruktur yang usang, keterbatasan investasi, inefisien dalam proses dan masih banyak lagi tantangan-tatangan lainnya, tidak harus menyurutkan semangat agar dapat melewati tantangan satu demi satu.

The Man Behind The Gun

Merupakan istilah yang harus kita fahami bahwa kapasitas sumber daya manusia menjadi sangat penting, dari mulai pucuk pimpinan sampai karyawan yang paling bawah, harus mempunyai kapasitas sesuai dengan tugas dan fungsinya.  Untuk itulah capacity building menjadi sangat penting untuk mengelola PDAM, semakin tinggi kapasitas SDM nya maka akan semakin baik di dalam mengelola PDAM.  Semakin baik mengelola PDAM, maka pelanggan akan semakin terpuaskan, dan semakin pelanggan terpuaskan, maka revenue akan meningkat.  Dengan semakin tingginya revenue PDAM, maka karyawan akan sejahtera begitu juga dengan pemerintah daerahnya akan mendapatkan PAD yang tinggi pula.

Kadang tidak semua karyawan PDAM sesuai dengan kapasitasnya dengan yang dibutuhkan, namun dengan memberikan banyak pelatihan dan tentu saja praktek di lapangan akan membuat SDM ini meningkat kapasistasnya, oleh karena itu harus diberikan kepada mereka pelatihan rutin yang dapat membuat mereka semakin baik.

Semakin profesional di dalam menjalankan proses bisnisnya, maka dipastikan akan semakin baik layanan yang dapat diberikan, semakin baik layanan, maka masyarakat semakin sejahtera, semakin masyarakat sejahtera, maka PDAM semakin Jaya, PDAM semakin Jaya, Indonesiapun akan Semakin Jaya

Scroll to Top