Dengan alasan untuk kesinambungan layanan PDAM mau tidak mau harus menaikan tarifnya, karena jika tidak maka pasokan ke masyarakat akan terhenti. Namun jika terjadi kenaikan tarif air PDAM, ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh pelanggan, antara lain:
- Mengetahui dan memahami penyebab kenaikan tarif air: Pelanggan harus memahami alasan kenaikan tarif air yang diberlakukan oleh PDAM, seperti kenaikan biaya produksi air, peningkatan biaya operasional, atau investasi pembangunan infrastruktur air yang baru.
- Membuat perencanaan penggunaan air: Pelanggan harus membuat perencanaan penggunaan air yang lebih efisien dan bijak, dengan membatasi pemakaian air yang tidak diperlukan dan memastikan tidak terjadi pemborosan air.
- Memperbaiki kerusakan pada instalasi air: Pelanggan harus memperbaiki kerusakan pada instalasi air di rumah atau gedung, seperti pipa bocor, keran air yang tidak tertutup rapat, atau toilet yang bocor.
- Menggunakan peralatan penghemat air: Pelanggan dapat menggunakan peralatan penghemat air, seperti showerhead dengan teknologi low flow, atau toilet dengan sistem flush yang hemat air.
- Mengikuti program penghematan air yang disediakan oleh PDAM: Pelanggan dapat mengikuti program penghematan air yang disediakan oleh PDAM, seperti program penggantian keran air yang sudah tua dengan keran air yang lebih hemat air.
- Membayar tagihan air tepat waktu: Pelanggan harus membayar tagihan air tepat waktu, sehingga PDAM dapat melakukan investasi pembangunan infrastruktur air yang baru dan memperbaiki instalasi air yang sudah ada dengan lebih baik.
- Memberikan masukan dan saran kepada PDAM: Pelanggan dapat memberikan masukan dan saran kepada PDAM untuk meningkatkan kualitas layanan air yang diberikan. Hal ini dapat membantu PDAM untuk melakukan perbaikan dan pengembangan sistem pengolahan air yang lebih baik di masa depan.
- Mengajukan permohonan subsidi: Pelanggan yang kurang mampu secara finansial dapat mengajukan permohonan subsidi atau bantuan ke PDAM atau pemerintah setempat agar tetap bisa memperoleh pasokan air bersih yang cukup.
- Menyelesaikan sengketa tagihan: Jika pelanggan merasa ada kesalahan dalam tagihan air yang diterima, pelanggan dapat meminta penjelasan atau menyelesaikan sengketa tagihan dengan PDAM setempat.
- Membandingkan harga dengan penyedia air alternatif: Pelanggan dapat membandingkan harga air PDAM dengan penyedia air alternatif yang ada di wilayah setempat, seperti air isi ulang atau jasa penyedia air tanki.
- Menggunakan sumber air alternatif: Pelanggan dapat menggunakan sumber air alternatif yang ada di lingkungan sekitar, seperti air hujan atau air limbah rumah tangga yang sudah diolah ulang.
- Menjaga instalasi air agar tetap terawat: Pelanggan harus menjaga instalasi air agar tetap terawat dan terjaga kualitasnya, seperti melakukan perawatan terhadap pompa air, membersihkan saluran air, atau menjaga kebersihan tangki air.
- Mengikuti program pengolahan air bersih: Pelanggan dapat mengikuti program pengolahan air bersih yang disediakan oleh PDAM atau lembaga lain, seperti program pengolahan air sungai atau program pengolahan air limbah domestik. Hal ini dapat membantu mengurangi beban pengambilan air baku dan membantu menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Berikut salah satu contoh penghematan air yang dilakukan oleh pelanggan.
Penghematan air merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk mengurangi penggunaan air yang berlebihan dan tidak perlu, sehingga dapat membantu menghemat biaya dan menjaga ketersediaan air bersih yang semakin terbatas. Berikut adalah beberapa cara penghematan air yang dapat dilakukan:
- Menggunakan showerhead atau keran air dengan teknologi low flow: Showerhead atau keran air dengan teknologi low flow memiliki sistem pengatur aliran air yang dapat mengurangi volume air yang digunakan, namun tetap memberikan tekanan air yang cukup.
- Memperbaiki kerusakan pada instalasi air: Memperbaiki kerusakan pada instalasi air, seperti pipa bocor, keran air yang tidak tertutup rapat, atau toilet yang bocor dapat membantu menghemat penggunaan air yang berlebihan.
- Mematikan keran air saat tidak digunakan: Selalu mematikan keran air saat tidak digunakan, seperti saat menyikat gigi atau mencuci tangan, dapat membantu mengurangi pemborosan air.
- Menggunakan toilet dengan sistem flush yang hemat air: Menggunakan toilet dengan sistem flush yang hemat air, seperti dual flush atau low flow toilet, dapat menghemat penggunaan air hingga 50% dibandingkan toilet konvensional.
- Menjaga kebersihan tangki air: Menjaga kebersihan tangki air dapat membantu mencegah terjadinya kerusakan pada instalasi air dan menjaga kualitas air yang disalurkan.
- Menanam tanaman yang membutuhkan sedikit air: Menanam tanaman yang membutuhkan sedikit air, seperti kaktus atau succulent, dapat membantu mengurangi penggunaan air untuk menyiram tanaman.
- Menggunakan peralatan cuci dengan kapasitas besar: Menggunakan mesin cuci atau pengering dengan kapasitas besar dapat membantu menghemat penggunaan air dan listrik karena tidak perlu sering-sering mencuci.
- Mengumpulkan air hujan: Mengumpulkan air hujan dengan menempatkan bak penampungan air di atap rumah atau bangunan dapat membantu mengurangi penggunaan air PDAM.
- Menggunakan sistem irigasi tetes: Menggunakan sistem irigasi tetes dapat membantu menghemat penggunaan air dalam penyiraman tanaman, karena air disalurkan secara perlahan-lahan dan tidak terbuang sia-sia.
- Memilih produk dengan label Energy Star: Memilih produk-produk seperti mesin cuci atau pengering dengan label Energy Star dapat membantu menghemat penggunaan air dan energi karena produk tersebut telah memenuhi standar efisiensi yang ditetapkan.